The RICH and SMART

Mindset of the rich

Orang kaya mempunyai cara berpikir yang berbeda dengan orang miskin. Orang kaya mempunyai pola pikir atau mindset yang berbeda dengan orang miskin. Bagaimana pola pikir orang kaya? Apakah rahasianya? Anda dapat menyimak rahasia orang kaya atau pola pikir orang kaya tersebut di blog ini

Tulisan dalam blog ini dikelompokan menjadi 5 kategori yang terdiri dari :

  1. Pola pikir orang kaya (midset of the rich) : Berisi konsep dasar yang mengawali orang kaya menjadi kaya raya
  2. Rahasia pemasukan orang kaya (secrets of the rich income) : Berisi rahasia orang kaya untuk memperbesar pemasukan uangnya.
  3. Rahasia pengeluaran orang kaya (secrets spending of the rich) : Berisi rahasia orang kaya dalam menekan pengeluarannya
  4. Rahasia utang atau kewajiban orang kaya (secrets liability or debt of the rich) : Berisi rahasia orang kaya dalam meminjam uang atau memenuhi kewajibannya
  5. Rahasia aset orang kaya (secrets of the rich teasure) : Berisi rahasia orang kaya dalam menimbun asetnya.

Selamat membaca !!!

:)

 

Memahami laporan keuangan

Memahami laporan keuangan : Melek finansial artinya mampu membaca dan memahami laporan keuangan. Melek finansial ditandai dengan kemampuan untuk membedakan laporan keuangan yang dimiliki oleh orang kaya dengan laporan keuangan yang dimiliki oleh orang miskin dan kelas menengah. Orang yang melek finansial minimal harus memahami 2 (dua) bentuk laporan keuangan, yakni arus kas (cashflow) dan aktiva (harta). Cashflow terdiri dari pemasukan dan pengeluaran, sedangkan harta terdiri dari asset dan liabilitas.

Membayar utang yang jatuh tempo

Membayar utang yang jatuh tempo : Membayar utang yang sudah jatuh tempo tidak dapat ditunda karena bisa menghilangkan kepercayaan kreditur. Menunda pembayaran utang kepada bank, leasing atau leasback mengakibatkan jumlah utang akan bertambah besar karena denda. Utang kepada rentenir sebaiknya dihindari, namun kalau terpaksa berutang dan sudah jatuh tempo, maka sama sekali tidak boleh ditunda pembayarannya, karena bisa berakibat sangat fatal. Menunda pembayaran utang dapat berujung pada penyitaan aset dan pemasukan akan terhenti bila utang tersebut dipergunakan untuk membeli barang produktif.